Website ini merupakan wadah pengetahuan khusus membahas mengenai Sistem Kesehatan. Sistem Kesehatan ini mengulas bagaimana Sistem Kesehatan Global sebagai referensi dari sistem kesehatan masing-masing negara di dunia, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) Negara Indonesia, dan bagaimana adaptasi SKN tersebut dalam menghadapi bencana alam dan non alam.

Pengantar: 16 Agustus2022

Health system responsiveness: a systematic evidence mapping review of the global literature

Presiden RI Jokowi menekankan peningkatan sistem kesehatan di tanah air. Responsiveness sangat penting untuk memperkuat fungsi sistem; memberikan pelayanan yang adil dan akuntabel; dan untuk melindungi hak – hak warga negara. Ada urgensi untuk membuat sistem lebih responsif, tetapi pemahaman kita tentang daya tanggap masih terbatas. Potensi dan signifikansi sistem kesehatan yang responsif adalah bahwa sistem tersebut harus menyediakan layanan yang inklusif, sah, partisipatif, dan akuntabel, menjamin hak – hak sosial warga negara, dan menarik perhatian pada kebutuhan kelompok minoritas.  Penulis kajian berikut me – review sekitar 621 studi ilmiah untuk memetakan bagaimana respon sistem kesehatan. Penulis tampaknya setuju bahwa responsiveness sistem kesehatan tidak hanya melibatkan kemampuan sistem untuk merespons, melainkan juga respons aktual. Framing respon sistem kesehatan pada 621 studi tersebut, penulis mengatur ke dalam tiga ‘kategorisasi’ dominan yang saling terkait yaitu (1) The unidirectional user-service interface: cenderung menilai respons sebagai indikator kinerja dan kualitas layanan ; (2) Responsiveness as feedback between users and the system: fokusnya adalah pada mode pengumpulan umpan balik dari pasien dan perwakilan pasien; (3) Responsiveness as accountability: yang terutama melaporkan proses dan struktur yang mendukung akuntabilitas (seringkali lebih luas daripada pasien, misalnya, akuntabilitas masyarakat). 

Selengkapnya

Public health emergency preparedness: a framework to promote resilience

Pada 30 Januari 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHIEC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia. Konteks kedaruratan kesehatan masyarakat ini tentunya sangat bersinggungan dengan sistem kesehatan. Public health emergency preparedness (PHEP) atau kesiapan kedaruratan kesehatan masyarakat merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi krisis kesehatan melalui pengorganisasian serta melalui sistem kesehatan yang tepat guna. Latar belakang penelitian berikut menyatakan bahwa ada kesenjangan pengetahuan karena kerangka kerja yang ada kurang mempertimbangkan kompleksitas yang relevan dengan sistem kesehatan dan konteks darurat. Penelitian ini mendeskripsikan elemen-elemen penting dari sistem kesehatan masyarakat yang tangguh dan bagaimana elemen-elemen tersebut berinteraksi sebagai sistem adaptif yang kompleks. Elemen yang dimaksud diantaranya terkait integrasi, koordinasi, perencanaan, kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, analisis risiko, surveilans dan monitoring, kapasitas, komunikasi dan sebagainya. Integrasi kesehatan masyarakat dengan sektor kesehatan dan non-kesehatan diidentifikasi sangat penting. Koordinasi disorot sebagai keluaran penting dari sistem manajemen darurat yang terintegrasi, dan kurangnya integrasi digambarkan sebagai pendahulu untuk tindakan darurat yang tidak konsisten dan tidak terkoordinasi. Perencanaan PHEP adalah proses yang kompleks, mengingat berbagai pengaruh dan saling ketergantungan dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat. Perencanaan harus mempertimbangkan perubahan demografi penduduk, faktor politik dan lingkungan. Terkait dengan proses perencanaan, kolaborasi muncul sebagai konsep yang kuat dalam diskusi peserta tentang ketahanan, terutama yang berkaitan dengan efisiensi dalam kegiatan respon dan pembelajaran organisasi

Selengkapnya

Reformasi Kesehatan

Pandemi COVID-19 menunjukkan Sistem Kesehatan Nasional masih lemah untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang terjadi. Hal ini membuat berbagai negara menerapkan agenda reformasi kesehatan dimana pendekatan reformasi kesehatan ini merupakan bentuk upaya penguatan sistem kesehatan. Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas akan menambahkan penguatan sektor kesehatan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021. Penguatan dilakukan dengan reformasi beberapa komponen yang sudah ada dalam sistem kesehatan di Indonesia. Reformasi ditekankan pada 8 area yaitu pendidikan dan penempatan tenaga kesehatan, penguatan puskesmas, peningkatan kualitas rumah sakit dan pelayanan kesehatan DPTK, kemandirian farmasi dan alat kesehatan, ketahanan kesehatan, pengendalian penyakit dan imunisasi, pembiayaan kesehatan, serta teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui laman ini, PKMK FK – KMK UGM akan berbagi informasi terkait reformasi kesehatan. Menu yang akan ditampilkan di laman ini adalah materi, aturan kebijakan, dan artikel atau jurnal yang berhubungan dengan reformasi kesehatan

Selengkapnya

Berita

Korsel Duduki Peringkat 1 Ketahanan Covid di Dunia, RI?

Jakarta, CNBC Indonesia – Korea Selatan (Korsel) menempati peringkat pertama dalam Peringkat Ketahanan Covid-19 yang disurvei Bloomberg pada Juni 2022. Negeri Ginseng tersebut mencatat skor 80.9 poin. Korsel sendiri naik lima tingkat dari bulan sebelumnya, menggeser Norwegia ke tempat keempat. Uni

Selengkapnya »
Website Manajemen
mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas
bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2

Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait
Website di bawah ini dapat menjadi sumber pembelajaran serta referensi langsung dari lembaga-lembaga terkemuka di bidang kesehatanidrccadepkesbkkbnwbiwhoHSAjamsos