Website ini merupakan wadah pengetahuan khusus membahas mengenai Sistem Kesehatan. Sistem Kesehatan ini mengulas bagaimana Sistem Kesehatan Global sebagai referensi dari sistem kesehatan masing-masing negara di dunia, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) Negara Indonesia, dan bagaimana adaptasi SKN tersebut dalam menghadapi bencana alam dan non alam.

Pengantar: 26 September 2022

Hubungan Antara Kematian dan Pengeluaran Perawatan Kesehatan: Penilaian Berkelanjutan Dari Sistem Kesehatan

Kematian bayi dan ibu merupakan indikator penting untuk menilai kualitas sistem perawatan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia menggarisbawahi pentingnya sistem perawatan kesehatan yang tepat dalam mengurangi kematian yang dapat dicegah melalui intervensi dini. Intervensi dini meliputi ketersediaan, aksesibilitas dan keterjangkauan sistem perawatan kesehatan untuk anak dan ibu. Meskipun ada beberapa penelitian yang menilai penyebab langsung dan penyebab kematian anak, literatur tentang peran langkah-langkah kebijakan masih terbatas dan tidak konsisten. Dengan demikian, analisis empiris yang kuat dari faktor-faktor penentu kematian ibu dan bayi tetap tidak meyakinkan di era pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Di sini, peneliti menguji pengaruh pengeluaran kesehatan terhadap kematian bayi dan ibu selama periode 2000-2015 di 177 negara. Menggunakan panel Regresi Kuantil dengan bootstrap, penelitian ini memperhitungkan krisis keuangan 2007-2008 dalam hubungan empiris antara hasil kesehatan dan pengeluaran kesehatan. Peneliti menemukan efek negatif dari pengeluaran kesehatan pada kematian di semua persentil. Angka kematian bayi menurun antara 0,19% – 1,45% sedangkan angka kematian ibu menurun berkisar antara 0,09% – 1,91%. Untuk mencapai tujuan memastikan hidup sehat dan kesejahteraan semua orang (SDG 3), studi ini menyimpulkan bahwa pengeluaran kesehatan berpotensi mengurangi kematian ibu dan bayi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Peneliti menyoroti perlunya peningkatan pengeluaran perawatan kesehatan, terutama di negara-negara berkembang untuk menekan tingkat kematian bayi dan ibu. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal PLOS One

Selengkapnya

Reformasi Kesehatan

Pandemi COVID-19 menunjukkan Sistem Kesehatan Nasional masih lemah untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang terjadi. Hal ini membuat berbagai negara menerapkan agenda reformasi kesehatan dimana pendekatan reformasi kesehatan ini merupakan bentuk upaya penguatan sistem kesehatan. Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas akan menambahkan penguatan sektor kesehatan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021. Penguatan dilakukan dengan reformasi beberapa komponen yang sudah ada dalam sistem kesehatan di Indonesia. Reformasi ditekankan pada 8 area yaitu pendidikan dan penempatan tenaga kesehatan, penguatan puskesmas, peningkatan kualitas rumah sakit dan pelayanan kesehatan DPTK, kemandirian farmasi dan alat kesehatan, ketahanan kesehatan, pengendalian penyakit dan imunisasi, pembiayaan kesehatan, serta teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui laman ini, PKMK FK – KMK UGM akan berbagi informasi terkait reformasi kesehatan. Menu yang akan ditampilkan di laman ini adalah materi, aturan kebijakan, dan artikel atau jurnal yang berhubungan dengan reformasi kesehatan

Selengkapnya

Berita

Indonesia siap perkuat kerjasama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan seluruh negara anggota dalam mewujudkan enam pilar transformasi kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi, MPH, saat menghadiri WHO South – East Asia Region Committee Meeting ke-75 di Paro, Bhutan, pada 5-9 September 2022. Pada pertemuan WHO ini Indonesia berbagi inisiatif Enam pilar transformasi kesehatan yang merupakan upaya perbaikan sistem kesehatan, untuk mengatasi ketimpangan kesehatan, baik di dalam negeri, maupun ketimpangan kesehatan antar negara. “Pandemi COVID-19 memberikan pelajaran bagi Indonesia untuk terus memperkuat kapasitas baik dalam menghadapi COVID-19 maupun mengantisipasi pandemi lainnya di masa mendatang. Upaya tersebut berfokus pada peningkatan perlindungan bagi kelompok berisiko tinggi dan juga memperkuat kemampuan daerah untuk mendeteksi adanya penyakit,” ujar drg. Oscar pada Jumat (9/9) di Paro, Bhutan. Adapun enam pilar dimaksud terdiri dari Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan. drg. Oscar membeberkan, Kesehatan jiwa sebagai salah salah satu prioritas kesehatan global, menjadi salah satu inisiatif dalam transformasi kesehatan indonesia. Dimana kesehatan mental sangat terkait dengan layanan kesehatan primer, layanan kesehatan rujukan, pembiayaan kesehatan, tenaga kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. Untuk itu Indonesia siap mendukung penerapan deklarasi Paro tentang Kesehatan Mental dan siap berkontribusi dalam implementasi deklarasi tersebut. “Kami memiliki komitmen yang sama untuk mengatasi masalah kesehatan mental, khususnya memperkuat program pencegahan dan promosi, memperkuat perawatan kesehatan primer untuk mengakomodasi layanan kesehatan mental dengan lebih baik, melakukan respons yang efektif dan komprehensif terhadap kebutuhan kesehatan mental, memerangi stigma dan diskriminasi, mencari solusi inovatif, memastikan ketersediaan dan kesinambungan sumber daya, termasuk tenaga kerja, dan harmonisasi respons kesehatan mental multisektoral”, lanjut drg. Oscar. Pada kesempatan yang sama juga turut dibahas implementasi resolusi World Health Assembly (WHA) 73 tentang kesehatan mata di tingkat regional yang pengusulannya dipimpin oleh Indonesia dan Australia. Enam Pilar Transformasi Kesehatan Lebih lanjut drg. Oscar menjelaskan, Transformasi Layanan Primer lebih menekankan upaya promotif dan preventif. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pencegahan terjadinya penyakit, dan juga meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM kesehatan pada layanan primer. Selanjutnya Transformasi Layanan Rujukan. Transformasi kedua ini fokus pada peningkatan akses dan pemerataan layanan kesehatan di semua wilayah di Indonesia. Ketiga adalah Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan. Transformasi ini meliputi upaya peningkatan ketahanan penanggulangan medis dan penguatan resiliensi di masa krisis kesehatan. Keempat, lanjut drg. Oscar, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan. Transformasi ini dilakukan dengan mengembangkan regulasi pembiayaan kesehatan dengan tujuan membangun pemerataan, kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat, dan keberlanjutan alokasi pembiayaan. “Kelima, Transformasi SDM Kesehatan. Kementerian Kesehatan melakukan peningkatan kualitas SDM Kesehatan agar siap menghadapi berbagai jenis penyakit yang akan datang”, ucap drg. Oscar. Keenam, Transformasi Teknologi Kesehatan. Dalam konteks ini, Kemenkes selalu mendorong perkembangan teknologi dan digitalisasi di sektor kesehatan. Diharapkan pengalaman Indonesia dalam percepatan penanganan pandemi untuk memulihkan sektor non kesehatan dapat menjadi contoh. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2). Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Indonesia siap perkuat kerjasama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan seluruh negara anggota dalam mewujudkan enam pilar transformasi kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi, MPH, saat menghadiri WHO South – East Asia

Selengkapnya »
Website Manajemen
mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas
bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2

Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait
Website di bawah ini dapat menjadi sumber pembelajaran serta referensi langsung dari lembaga-lembaga terkemuka di bidang kesehatanidrccadepkesbkkbnwbiwhoHSAjamsos